KERINCITODAY.COM, KERINCI – Untuk mempermudah pengamanan
kijang gunung, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), akan membuat
peta lokasi keberadaan kijang yang ada di wilayah TNKS.
Hal itu disampaikan humas TNKS, Andre. Pihaknya akan
melakukan monitoring, sebagai langkah pendataan keberadaan kijang gunung, yang
selama ini sempat dikatakan punah.
"Setelah itu kita akan buat peta. Dengan demikian kita mengetahui wilayah mana saja yang menjadi habitat kijang gunung. Sehingga muda dipantau dari kegiatan perburuan,” ujar Andre.
"Setelah itu kita akan buat peta. Dengan demikian kita mengetahui wilayah mana saja yang menjadi habitat kijang gunung. Sehingga muda dipantau dari kegiatan perburuan,” ujar Andre.
Untuk memastikan kegiatan itu berjalan lancar, tahun depan
pihaknya akan mencoba menganggarkan dalam dipa. "Selama ini tidak ada penelitan
khusus," ujarnya.
Sedangkan untuk pengamanan sendiri tambahnya, pihaknya bekerjasama dengan tim Pelestarian Harimau Sumatera (PHS) dan Flora dan Fauna Internasional (FFI). Soalnya kijang gunung ini juga termasuk mangsa Harimau Sumatera.
Sedangkan untuk pengamanan sendiri tambahnya, pihaknya bekerjasama dengan tim Pelestarian Harimau Sumatera (PHS) dan Flora dan Fauna Internasional (FFI). Soalnya kijang gunung ini juga termasuk mangsa Harimau Sumatera.
"Tim akan terus melakukan patroli di hutan, sehingga
jika ada aktivitas perburuan bisa segera diketahui dan dicegah. Ini benar-benar
unik, karena selama ini kijang gunung dikatakan menghilang," ia
menjelaskan.
Untuk informasi, kijang gunung ditemukan pertama kali oleh
sejumlah peneliti yang melakukan ekspedisi di wilayah Pulau Sumatera, yang
difokuskan di wilayah Kerinci pada 1913. Kijang gunung sempat dinyatakan punah,
karena selama ratusan tahun tidak lagi pernah terlihat. Sehingga luput dari
perhatian peneliti.
Pada 2002 lalu, keberadaan kijang gunung kembali menarik perhatian
para peneliti. Saat itu tim Patroli Harimau Sumatera (PHS) bersama Flora dan
Fauna Internasional (FFI), melaporkan temuan mereka di Gunung Kerinci.
Saat itu ditemukan kijang aneh yang sedang terkena jerat.
Kijang tersebut bewarna gelap dan ukurannya lebih kecil dibanding kijang
lainnya. Saat itulah, sejumlah peneliti berasumsi kijang tersebut merupakan
kijang gunung yang pernah ditemukan pada 1913 lalu.
Pada 2013 ini, informasi penemuan kijang gunung kembali
mengejutkan. Informasinya, dari rekaman kamera traps yang dipasang di wilayah
Kerinci ke arah Muara Labuh, berhasil memotret sepasang kijang gunung induk dan
anak.
Jika ini benar, maka ini merupakan satu-satunya foto kijang
gunung di dunia, yang sedang dalam keadaan lepas di hutan.
Sumber: Tribun Jambi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar