Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Jumat, 08 Maret 2013

Rumah Kepsek Dibobol Maling, Uang Ratusan Juta Raib

Ilustrasi


KERINCI TODAY - Aksi pembobolan rumah kembali terjadi diwilah hukum Polres Kerinci.  Rabu (6/3) kemarin, rumah milik Alim Johar, Warga RT 01 Desa Debai, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungaipenuh, menjadi sasaran pelaku.
Akibatnya, uang Rp 108 juta dan dua unit laptop serta sejumlah perhiasan emas milik korban, yang merupakan Kepala SD 97 Desa Simpang Empat, Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, raib dibawa pelaku.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB siang, saat rumah korban dalam keadaan kosong, karena tinggal bekerja di kantor. “Korban baru tahu rumahnya dibobol setelah pulang dari kantor,” ujar Sekdes Debai, Karim, dikonfirmasi Kamis (7/3) kemarin.

Kapolsek Sungaipenuh, AKP Sutriono, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa pembobolan rumah tersebut. Dia mengatakan, petugas langsung mendatangi TKP,  usai menerima laporan dari warga yang menghubungi polisi via telepon. “Korban sendiri sampai saat ini belum melapor,” katanya.

Dari keterangan korban kepada petugas yang melakukan olah TKP, maling berhasil membawa lari uang yang disimpan didalam tas kecil warna hitam, yang disimpan didalam kamar, yang jumlahnya Rp 140 juta. “Selain itu korban juga kehilangan uang Rp 2 juta yang disimpan didalam tas laptop, dan uang sebesar Rp 6 juta yang disimpan didalam kamar anaknya,” kata Kapolsek Sungaipenuh.

Selain uang korban juga kehilangan dua unit laptop dan perhiasan emas. Laptop yang berhasil dibawa pelaku disimpan didekat TV, sedangkan perhiasan emas disimpan didalam kamar anaknya, Apri Desi, PNS di Puskesmas Desa Gedang. “Meski korban tidak melapor, namun kita tetap akan mendalami kasus ini.

Pelaku yang diperkirakan jumlahnya lebih dari satu orang, masuk melalui pintu samping dengan cara mencongkel pintu, kemudian masuk kedalam kamar rumah korban. “Keterangan korban, uang dalam jumlah besar tersebut akan digukanan untuk membeli tanah, dan sudah tiga bulan disimpan didalam rumah,” tambahnya.

Sementara dari keterangan sejumlah warga yang berada disekitar rumah korban, saat terjadinya peristiwa pembobolan tersebut, memang terlihat ada mobil yang mondar-mandir disekitar rumah korban, hanya saja tidak ada yang ingat berapa nomor polisi mobil tersebut.

“Kita menghimbau warga untuk tidak meningggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, apalagi dengan pengaman pintu yang kurang baik. Jika terlihat ada hal yang m encurigkan, sebaiknya segera melapor ke polisi.(eja/tribunjambi)
 

Tidak ada komentar: