Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Sabtu, 16 Maret 2013

Petani Kerinci Tidak Nikmati Kenaikan Harga Bawang


Kerinci, KT - Para petani di kabupaten kerinci, mengaku tidak menikmati kenaikan harga bawang merah yang mencapai Rp 48 ribu per kilogram karena tidak memiliki persediaan produk komoditas itu.

Pudin, salah seorang petani bawang di desa Sungai Lintang, kecamatan kayu aro, mengatakan, bahwa saat ini, persediaan bawang merah pada setiap sentra produksi bawang cukup langka sehingga memicu harga bawang meroket.

"Kenaikan harga bawang merah terus naik dari Rp24 ribu per kilogram, kini naik menjadi mencapai sekitar Rp 48 ribu per kilogram. Akan tetapi kenaikan harga bawang merah tidak bisa dinikmati petani karena stok tidak ada," katanya.

Menurut dia, harga bawang merah ini diperkirakan akan terus naik karena permintaan konsumen terhadap bahan bumbu ini terus mengalir, bahkan meningkat.

"Selama persediaan bawang merah terus menipis maka harga komoditas itu akan melonjak. Akan tetapi, harga bawang merah akan terkendali jika bawang impor sudah mulai beredar di pasaran," katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini, jumlah areal tanaman bawang merah milik petani makin sedikit, karena mereka lebih memilih menanam kentang sehingga produksi bawang sudah tidak sebanding dengan permintaan konsumen. (sam)

Tidak ada komentar: