Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Minggu, 17 Maret 2013

Melihat Nilai Historis Batu Gedang Pendung

Dua orang warga saat melintas di Batu Gedang Pendung

Kerinci, KT - Sebuah batu besar yang berada di Desa Pendung Mudik Kecamatan Air Hangat, ternyata mempunyai nilai historis yang cukup tinggi pada zaman dahulu kala. Saat Kerinci Today berkunjung ke lokasi batu besar tersebut berada, warga pun menceritakan kisahnya.

Menurut penuturansalah seorang warga setempat, Supik (65), batu besar Pendung mempunyai nilai historis. Menurutnya, meski batu tersebut terlihat layaknya seperti batu biasa yang berukuran cukup besar. Namun, konon katanya pada pada zaman dahulu disekitar batu tersebut banyak ditemui serbuk emas. Sehingga banyak masyarakat pendahulu yang mendulang emas di sungai yang berada sekita batu tersebut.

Menurut informasi yang didapat dari warga setempat, batu tersebut digunakan para pendahulu sebagai tempat penjemuran serpihan emas hasil pendulangan, sekaligus menjadi tempat peristirahatan para pendulang emas. Makanya, batu yang berukuran kurang lebih 15 kali 15 meter tersebut dinamai batu penyemu, yang diambil dari bahasa Kerinci asli. 

Namun, kini batu tersebut lebih dikenal dengan Batu Gedang (besar, red).  Kabarnya, pemberian nama baru yang tersebut karena melihat dari sisi ukurannya. Jika dilihat dari segi ukuran batu-batu besar yang sering dijumpai di daerah Kerinci pada khususnya, batu  tersebut memang lebih besar dibandingkan dengan batu-batu yang lain.

“Dulu bukan batu gedang namanya, waktu saya masih kecil batu itu dikenal dengan sebutan batu penyemu,” kata Supik warga Pendung Mudik Kecamatan Air Hangat ketika ditemui dilokasi keberadaan batu tersebut.

Tidak hanya itu, sekitar 100 meter dari Batu Gedang itu terdapat sebuah makam nenek moyang warga setempat yang disebut Ninek Mangku Agung. Menurut Supik, ini merupakan salah satu bukti adanya kehidupan purbakala atau pra sejarah di Desa Pendung. Dikatakannya bahwa Ninek Mangku Agung merupakan nenek moyang warga Pendung, Kubang, dan Semurup.

“Ya, kuburan ninek tersebut merupakan bukti bahwa di Desa Pendung Mudik tepatnya dilokasi batu Gedang tersebut pernah ada pemukiman. Batu Gedang yang berada di Desa Pendung mudik ini menjadi petunjuknya,” ujarnya lagi. (kerincitoday/sam)

Tidak ada komentar: