KERINCI TODAY – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
sampah, yang terdapat di antara Desa Pendung Talang Genting dan Desa Talang
Kemulun, Kecamatan Danau Kerinci, membawa dampak yang tidak baik bagi warga
sekitar.
Pasalnya, diduga akibat limbah yang berasal dari TPA tersebut, sudah tiga
tahun lima hektare sawah warga yang berada disekitar lokasi, mengalami gagal
panen karena padi yang mereka tanam, tidak bisa berbuah seperti padi lainnya.
Ketua Pemuda Desa Talang Kemulun, Fahrual, saat dikonfirmasi mengakui
adanya dampak negatif tersebut. ”Sudah tiga tahun, enam kali masa tanam, padi
warga tidak bisa dipanen lagi,” ujarnya, dikonfirmasi Kerinci Today, Kamis (28/2) kemarin.
Dia mengatakan, merebaknya dampak dari limbah TPA tersebut terjadi tiga
tahun lalu. Saat itu, air dari TPA yang selama ini tersumbat, tiba-tiba
mengalir ke areal persawahan warga, sehingga padi yang terkena air limbah
tersebut, buahnya tidak berisi (hampa.red).
”Kami minta adanya perhatian dan solusi dari pemerintah daerah, termasuk
dari Kota Sungaipenuh, yang ikut membuang sampah ke daerah tersebut. kalau ini
tidak ditanggapi, maka kami siap mengerahkan warga,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Talang Kemulun, Saiful Hamid. Dia
mengatakan, warga yang menjadi korban limbah dari TPA tersebut harus
diperhatikan, apalagi warga yang bersawah di daerah tersebut adalah mereka yang
kurang mampu.
”Ini harus ada solusinya. Sudah puluhan tahun TPA berada di daerah desa
kami, namun belum ada kompensasi yang diterima masyarakat. Apalagi TPA ini juga
menjadi tempat pembuangan sampah dari Kota Sungaipenuh,” jelasnya. (eja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar