Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Kamis, 28 Februari 2013

Soal Sampah, Pemkot Sungai Penuh Tidak Akan Bikin TPA

Ilustrasi


















KERINCI TODAY – Sebanyak 40 persen Belanja Langsung Pegawai Pemerintah Kota Sungai Penuh dialokasikan untuk peningkatan kualitas pendidikan,  dari 136 Milyar Rupiah  belanja langsung  pegawai tersebut, 52 Milyar diantaranya digunakan untuk mencapai Visi Sungai Penuh sebagai kota pendidikan.
Pada tahun 2013, pembenahan infrastruktur masih menjadi prioritas pembangunan di Kota Sungai Penuh, hal ini termasuk infrastruktur pendidikan. Begitu disampaikan Walikota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri (AJB)saat mengekspos Rencana Tata Ruang Detail Kota Sungai Penuh diruang pola Kantor Walikota Sungai Penuh.

Acara dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Sekretaris Dinas Pendidikan, wakil dari Dinas Pekerjaan Umum dan Wartawan Liputan Kota Sungai Penuh.

Dikatakan AJB, Pemerintah Kota Sungai Penuh akan melakukan peningkatan sarana dan prasarana pada 5 sekolah kejuruan (SMK) berupa rehabiltasi dan pengadaan sarana yang baru. Sedangkan untuk kualitas tenaga pendidik, Pemkot akan meningkatkan kerjasama dengan dua perguruan tinggi yakni Universitas Jambi dan Universitas Negeri Padang.

“Tahun ini, beberapa guru di berbagai sekolah masih kita kuliahkan di Unja dan UNP,” Ujar AJB kepada wartawan.

Sementara menanggapi pertanyaan salah seorang wartawan, Pahrual terkait Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA), Kepala Bappeda Kota Sungai Penuh – Fitra Helmi mengatakan, Pemkot akan tetap mengacu pada Rencana Tata Ruang Provinsi Jambi, dimana TPA Talang Kemulun Kecamatan Danau Kerinci ditetapkan sebagai TPA regional sehingga bisa dimanfaatkan bersama oleh Pemkot Kerinci dan Pemkab Kerinci.

“Sungai Penuh tidak akan bikin TPA, Kalau dipaksa juga, ya RTRW Provinsi Jambi harus dirubah dulu,” Ujar Fitra Helmi.

Namun kedepan, dua pemerintahan di wilayah paling Barat Provinsi Jambi ini harus memikirkan kompensasi terhadap masyarakat di sekitar TPA,  juga kewajiban yang harus dipenuhi oleh Kota Sungai Penuh kepada Kabuten Kerinci. “Selama ini belum ada kompensasi, kita harus bicarakan bersama dengan Kabupaten Kerinci,” Ujar Helmi mengakhiri pembicaraan. (ivan/riko) 

Tidak ada komentar: