Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Selasa, 05 Maret 2013

Petugas Dishub Diduga Jual Karcis Palsu


KERINCI TODAY Sejumlah sopir truk dan travel khususnya jurusan Kerinci-Jambi, mengeluhkan beredarnya karcis retribusi tanpa stempel dan tandatangan asli, yang diberikan  oleh petugas Dinas Pehubungan, di pos retribusi di Kecamatan Batang Merangin.


Informasi yang didapat dari pengendara, karcis yang diserahkan oleh petugas yang ada di pos tersebut, hanya dalam bentuk foto copy, tanpa adanya stempel ataupun tandatangan asli, dari pejabat yang berwenang.

“Bentuknya seperti ini, anak kecil saja bisa membuat karcis retribusi dengan cara di foto copy,” ujar salah seorang sopir travel, sambil memperlihatkan contoh karcis yang diserahkan petugas Dishub, kepada wartawan, Selasa (5/3) kemarin.   

Dia mengatakan, sebenarnya pengendara sudah tahu bahwa karcis tersebut tidak asli, namun lantaran tidak mau mencari masalah dengan petugas, akhirnya setiap melintas uang restribusinya tetap dibayar.

“Dari jauh saja sudah ketahuan palsunya, namun tidak ada yang berani protes. Kalau kita pertanyakan takutnya petugas marah. Sekali lewat kami selalu bayar Rp 5 ribu, padahal uangnya belum tentu masuk PAD,” kata sopir yang enggan namanya disebutkan.

Dalam satu malam lanjutnya, ada puluhan bahkan ratusan kendaraan yang melintas, baik itu angkutan umum maupun truk yang membawa hasil pertanian dari kerinci ke bangko ataupun jambi. ”Kalau dijumlahkan uangnya banyak juga,” jelasnya.

Mengetahui karcis tersebut tidak asli, sebenarnya pengendara keberatan membayar biaya retribusi, karena dikhawatirkan tidak akan masuk dalam kas daerah. ”Kalau memang masuk PAD tidak masalah,” tambahnya.

Sementera itu, Kadishub Kabupaten Kerinci, Guldianto mengatakan, meski karcisnya hanya difotocopy, namun retribusinya tetap masuk ke kas daerah, karena petugas diwajibkan membayar target setoran. “Untuk pos di Batang Merangin, targetnya Rp 3 juta per minggu, dan yang di leter W targetnya Rp 2 juta per minggu,” katanya. (eja)

Tidak ada komentar: