Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Senin, 04 Maret 2013

Bupati Kerinci: "Petugas Damkar Harus Sigap"

Foto: salah seorang keluarga korban Syarifudin saat mencari emas yang tak sempat diselamatkan

KERINCI TODAY – Musibah kebakaran yang menimpa rumah milik Syarifudin (47), warga Desa Kemantan Hilir pada pukul 21.30 malam kemarin (3/3) menghanguskan seluruh perabotan dan peralatan dapur. Akibatnya ayah 3 orang anak ini mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.
“Malam tadi pihak kecamatan sudah turun dan mendata kerugian, menurut perhitungan mereka kerugian dari peristiwa kebarakan malam tadi mencapai Rp 150 juta, sudah termasuk rumah saya yang terbakar pada bagian garasi dan satu rumah lainnya yang terkena dampak kebakaran,” kara M. Amin, tetangga korban.

Kejadiannya berlangsung cepat, sehingga warga berhamburan memberi pertolongan. “Saya baru tahu ada kebakaran setelah mendengar teriakan api..api..api..dari luar rumah, saya bergegas keluar dan menyelamatkan dokumen penting.”

“Alhamdulillah dokumen-dokumen penting seperti ijazah, buku nikah, surat kendaraan berhasil diselamatkan karena disimpan dalam satu bundel.”

”Petugas Damkar baru tiba di lokasi setelah api membakar 55 persen isi rumah, sehingga isi rumah tidak bisa diselamatkan, termasuk perlengkapan sekolah anak korban, Rahmi dan Nopman yang baru duduk di kelas 5 SD dan 2 MI.” 

Sementara itu, Menurut warga lainnya, Salim, mengaku meski rumah Damrat tidak rusak parah, namun sejumlah barang-barang dirumah tersebut hancur saat diselamatkan warga. Karena saat api semakin membesar, warga masuk kerumah dan mengeluarkan barang.

”Saat kebakaran, Damrat sedang tidak ada dirumah, dia sedang ke Bulian. Sedangkan anak-anaknya sedang bermain dirumah nenek.” 

Pantauan Kerinci Today, Syarifudin terlihat syok bersama keluarga lainnya. Beberapa orang warga sengaja datang kerumah, untuk memberikan semangat kepada korban, agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.“Jangan wawancara Bapak dulu, beliau masih syok,” ujar salah seorang keluarga korban. 

Lambatnya penanganan kebakaran mejnadi perhaitan Bupati Kerinci, Murasman. Saat menyampaikan sambutan pada acara ulang tahun Damkar, beliau mengatakan harusnya petugas Damkar sudah sampai dilokasi kebakaran, 15 menit kebakaran berlangsung.

”15 menit kejadian Damkar harus sudah sampai dilokasi. Semakin cepat datang kelokasi, maka akan semakin besar pula peluang menyelamatkan rumah warga. Dengan demikian, kerugian yang ditimbulkan juga tidak besar,” kata Bupati Kerinci. (Ivan)






Tidak ada komentar: