![]() |
| Foto: salah seorang keluarga korban Syarifudin saat mencari emas yang tak sempat diselamatkan |
KERINCI
TODAY – Musibah kebakaran
yang menimpa rumah milik Syarifudin (47), warga Desa Kemantan Hilir pada pukul
21.30 malam kemarin (3/3) menghanguskan seluruh perabotan dan peralatan dapur. Akibatnya
ayah 3 orang anak ini mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.
“Malam tadi pihak
kecamatan sudah turun dan mendata kerugian, menurut perhitungan mereka kerugian
dari peristiwa kebarakan malam tadi mencapai Rp 150 juta, sudah termasuk rumah
saya yang terbakar pada bagian garasi dan satu rumah lainnya yang terkena
dampak kebakaran,” kara M. Amin, tetangga korban.
Kejadiannya berlangsung cepat, sehingga warga berhamburan
memberi pertolongan. “Saya baru tahu ada kebakaran setelah mendengar teriakan
api..api..api..dari luar rumah, saya bergegas keluar dan menyelamatkan dokumen
penting.”
“Alhamdulillah
dokumen-dokumen penting seperti ijazah, buku nikah, surat kendaraan berhasil
diselamatkan karena disimpan dalam satu bundel.”
”Petugas Damkar baru tiba di lokasi setelah api membakar 55 persen isi
rumah, sehingga isi
rumah tidak bisa diselamatkan, termasuk perlengkapan sekolah anak korban, Rahmi
dan Nopman yang baru duduk di kelas 5 SD dan 2 MI.”
Sementara itu, Menurut warga lainnya, Salim, mengaku meski rumah Damrat
tidak rusak parah, namun sejumlah barang-barang dirumah tersebut hancur saat
diselamatkan warga. Karena saat api semakin membesar, warga masuk kerumah dan
mengeluarkan barang.
”Saat kebakaran, Damrat sedang tidak ada dirumah, dia sedang ke Bulian.
Sedangkan anak-anaknya sedang bermain dirumah nenek.”
Pantauan Kerinci Today,
Syarifudin terlihat syok bersama keluarga lainnya. Beberapa orang
warga sengaja datang kerumah, untuk memberikan semangat kepada korban, agar
tidak terlalu larut dalam kesedihan.“Jangan
wawancara Bapak dulu, beliau masih syok,” ujar salah seorang keluarga korban.
Lambatnya penanganan
kebakaran mejnadi perhaitan Bupati
Kerinci, Murasman. Saat menyampaikan sambutan pada acara ulang tahun Damkar, beliau mengatakan harusnya petugas Damkar sudah sampai dilokasi kebakaran,
15 menit kebakaran berlangsung.
”15 menit kejadian Damkar harus sudah sampai dilokasi. Semakin cepat datang
kelokasi, maka akan semakin besar pula peluang menyelamatkan rumah warga.
Dengan demikian, kerugian yang ditimbulkan juga tidak besar,” kata Bupati
Kerinci. (Ivan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar