KERINCI TODAY - Kepala Kantor
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci, Sukardi, juga membenarkan bahwa
aliran Ahmadiyah, Majelis Tafsir Alquran, dan Aliran Sapta Dharma, berkembang
di Kabupaten Kerinci.
“Akhir-akhir ini, hari-hari yang
dihadapi oleh Islam semakin berat saja, dengan munculnya aliran-aliran yang
mengatasnamakan islam,” ujar Sukardi, dalam sambutannya, saat perayaan Maulid
Nabi, di rumah Dinas Bupati Kerinci, Sabtu (23/2) kemarin.
Dia mengatakan, selain keberadaan
aliran Ahmadiyah yang tidak mengakui nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, ada
lagi aliran lainya seperti Majelis Tafsir Alquran dibawah pimpinan Ihsanudin di
Desa Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro, dan aliran Sapta Dharmo.
“Untuk aliran Majelis Tafsir
Alquraan, mereka tidak menganggap bahwa anjing adalah najis. Sedangkan Sapta
Dharmo, merupakan aliran yang dibawa dari jawa. Mereka mengaku islam, namun
melakukan ibadah shalat ke matahari terbit,” katanya.
Selain itu, shalat yang mereka
laksanakan cukup satu rakaat diwaktu pagi, dan satu rakaat lagi di waktu sore.
“Ini sudah menjadi tugas kita semua, agar aliran seperti ini tidak menjamur di
tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah tersebut
lanjut Sukardi, adalah dengan membangun kekuatan umat dari berbagai bidang,
untuk mempererat persatuan dan kesatuan. “Kami menghimbau agar kita sama-sama
memakmurkan mesjid,” tegasnya.
Disamping itu, anak-anak juga
harus didorong melakukan pengajian antara magrib dan isya, sebab anak-anak saat
ini sudah semakin memprihatinkan, karena nyaris semua waktu mereka digunakan
untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
“Kondisi ini lah yang memicu
banyak anak-anak yang terjerumus dengan hal yang negatif. Untuk menghindari hal
tersebut, adalah yang memperbanyak pengajian terutama antara magrib dan isya,”
pungkasnya. (eja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar