Sungai
Penuh, KT – Ratusan pedagang kaki lima di Pasar
Sungai Penuh terjerat hutang pada rentenir. Minimnya modal yang mereka miliki,
ditambah dengan sulitnya mendapat pinjaman, membuat mereka terpaksa berhubungan
dengan orang-orang yang menyediakan jasa kredit uang itu.
Emiliani (40), pedagang
sayur di jalan M.Yamin Pasar Tanjung Bajure, mengaku dirinya hingga kini
terjerat rentenir dengan pembayaran setiap hari. Dia mendapat penguatan modal
dari rentenir sebesar Rp1 juta dengan pembayaran Rp20 ribu selama 60 hari.
Emiliani berterus terang sudah 2 tahun menggunakan jasa pinjaman modal ke rentenir. Sebab, meminjam uang pada lembaga koperasi maupun perbankan sangat sulit, termasuk kredit usaha rakyat (KUR).
Emiliani berterus terang sudah 2 tahun menggunakan jasa pinjaman modal ke rentenir. Sebab, meminjam uang pada lembaga koperasi maupun perbankan sangat sulit, termasuk kredit usaha rakyat (KUR).
"Minjam di Bank
sulit, banyak prosesnya. Kalau sama rentenir, hari ini kami lapor mau pinjam,
besok sudah cair."
“Rata-rata pedagang
kaki lima disini minjam sama rentenir. Bantu kami pak, beri kami modal.” Ujar
Emiliani.
Ditambahkan Emiliani,
pernah ada petugas Bank datang ke pasar dan mendata seluruh pedagang kaki lima,
tapi sampai sekarang tidak ada realisasi pinjaman.
Sementara itu, Anis
Harmi pedagang lainnya mengatakan, pernah ada temannya sesama pedagang kaki
lima mendapat pinjaman dari Bazda Kota Sungai Penuh sebanyak Rp1 juta dengan
cicilan Rp100 ribu selama 10 bulan.
“Kalau di Bazda, tidak
ditetapkan berapa bunganya, mau bayar Rp5 ribu atau berapa terserah kita, yang
penting cicilan perbulannya harus dibayar.”
“Saya baru dengar dari
teman, tapi tidak tahu dimana tempatnya. Mudah-mudahan syaratnya nggak rumit, “
pungkas Anis mengakhiri pembicaraan.(ivan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar