![]() |
| Siswa terpaksa panjat pagar karena sekolah disegel warga |
KERINCITODAY.COM,
KERINCI – Penyegelan terhadap Sekolah Dasar Negeri 3/III Desa
Sungai Deras Kecamatan Air hangat Timur Kabupaten Kerinci oleh masyarakat
setempat, seolah tidak ada habisnya. Kemarin, aparat Desa Sungai Deras kembali
menyegel sekolah dengan cara memaku
pagar dengan dua lembar papan.
Kepala Desa Baru Sungai
Deras, Jalusma kepada Kerinci Today pagi tadi mengatakan, penyebab penyegelan
sekolah kali ini terbilang sepele. Kepala Sekolah, Pidarsi kemarin (18/3) dipergoki
warga mengangkut atap sisa rehap bangunan sekolah dengan mobil, warga menduga
atap tersebut dibawa Pidarsi kerumahnya di Sungai Abu.
“Pertama dia (Pidarsi,
red) mengumpulkan masyarakat, dia bilang ke warga, siapa yang mau kayu silahkan
saja diambil. Namun saat warga mengambil kayu, Pidarsi malah memoto, lalu
menuding masyarakat mencuri kayu sekolah. Nah, kemarin malah dia yang kepergok
warga mengambil atap,” kata Jalusma.
“Dulu (Januari, red) juga
pernah kito segel, kita minta dia (Pidarsi, red) dipindahkan. Jawab Pak Monadi
waktu itu, tunggu rehab sekolah selesai dulu. Tapi nyatanya sekarang masih
tetap masuk, “ lanjut Jalusma.
Menanggapi tudingan
masyarakat Desa Sungai Deras. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Air Hangat
Timut, Martias saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa atap sisa rehab bangunan
sekolah digunakan untuk membangun atap lapangan parkir kantor UPTD.
“Jadi, atap itu saya yang
minta dia membawa ke UPTD untuk atap lapangan parkir, karena selama ini kita
memang tidak punya,” kata Martias.
“Masyarakat bersabar dulu
lah, laporan masyarakat terhadap seluruh isu-isu yang terjadi di sekolah sedang
dibahas,” pungkas Martias.
Meski dipermukaan,
permasalahan ini dipicu oleh tindakan kepala sekolah yang mengangkut kayu dari sisa
rehab bangunan sekolah. Namun, dibelakang itu diduga terdapat banyak
permasalahan antara warga dengan kepala sekolah.
“Dari awal perencanaan
rehab sekolah, kepala sekolah tidak pernah mengajak pengurus komite musyawarah,
dan juga tidak minta izin kepada masyarakat. Dana bos juga begitu, dia (kepala
sekolah, red) tidak pernah kompromi dengan majelis guru dan komite,” ungkap
Rostati, Ketua Komite SDN 3/III Sungai Deras.
“Dia jarang masuk, sekali
masuk kerjaannya marah-marahin guru. Paling lama satu jam di sekolah, dia
langsung pulang. Pokoknya kam minta dia dipindahkanlah,” mintas Rostati.
Pantauan Kerinci Today,
akibat disegel, siswa dan guru SD Negeri 3/III Sungai Deras terpaksa memanjat
pagar untuk menuju kelas, sementara proses pembelajaran tetap berjalan seperti
biasa. (ivan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar