Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Selasa, 19 Maret 2013

Kepergok Mengangkut Atap Sekolah, Warga Segel SD

Siswa terpaksa panjat pagar karena sekolah disegel warga

KERINCITODAY.COM, KERINCI – Penyegelan terhadap Sekolah Dasar Negeri 3/III Desa Sungai Deras Kecamatan Air hangat Timur Kabupaten Kerinci oleh masyarakat setempat, seolah tidak ada habisnya. Kemarin, aparat Desa Sungai Deras kembali menyegel sekolah dengan cara  memaku pagar dengan dua lembar papan.

Kepala Desa Baru Sungai Deras, Jalusma kepada Kerinci Today pagi tadi mengatakan, penyebab penyegelan sekolah kali ini terbilang sepele. Kepala Sekolah, Pidarsi kemarin (18/3) dipergoki warga mengangkut atap sisa rehap bangunan sekolah dengan mobil, warga menduga atap tersebut dibawa Pidarsi kerumahnya di Sungai Abu.

“Pertama dia (Pidarsi, red) mengumpulkan masyarakat, dia bilang ke warga, siapa yang mau kayu silahkan saja diambil. Namun saat warga mengambil kayu, Pidarsi malah memoto, lalu menuding masyarakat mencuri kayu sekolah. Nah, kemarin malah dia yang kepergok warga mengambil atap,” kata Jalusma.

“Dulu (Januari, red) juga pernah kito segel, kita minta dia (Pidarsi, red) dipindahkan. Jawab Pak Monadi waktu itu, tunggu rehab sekolah selesai dulu. Tapi nyatanya sekarang masih tetap masuk, “ lanjut Jalusma.

Menanggapi tudingan masyarakat Desa Sungai Deras. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Air Hangat Timut, Martias saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa atap sisa rehab bangunan sekolah digunakan untuk membangun atap lapangan parkir kantor UPTD.
“Jadi, atap itu saya yang minta dia membawa ke UPTD untuk atap lapangan parkir, karena selama ini kita memang tidak punya,” kata Martias.

“Masyarakat bersabar dulu lah, laporan masyarakat terhadap seluruh isu-isu yang terjadi di sekolah sedang dibahas,” pungkas Martias.

Meski dipermukaan, permasalahan ini dipicu oleh tindakan kepala sekolah yang mengangkut kayu dari sisa rehab bangunan sekolah. Namun, dibelakang itu diduga terdapat banyak permasalahan antara warga dengan kepala sekolah.

“Dari awal perencanaan rehab sekolah, kepala sekolah tidak pernah mengajak pengurus komite musyawarah, dan juga tidak minta izin kepada masyarakat. Dana bos juga begitu, dia (kepala sekolah, red) tidak pernah kompromi dengan majelis guru dan komite,” ungkap Rostati, Ketua Komite SDN 3/III Sungai Deras.

“Dia jarang masuk, sekali masuk kerjaannya marah-marahin guru. Paling lama satu jam di sekolah, dia langsung pulang. Pokoknya kam minta dia dipindahkanlah,” mintas Rostati.
Pantauan Kerinci Today, akibat disegel, siswa dan guru SD Negeri 3/III Sungai Deras terpaksa memanjat pagar untuk menuju kelas, sementara proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa. (ivan)



Tidak ada komentar: