KERINCI TODAY – Petani dan Pedagang Kol di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh menjerit, karena harga salah satu jenis sayuran tersebut turun drastis dibandingkan beberapa pekan lalu.
“Meski harga kol dari
petani murah, tetap tidak menguntungkan bagi pedagang.” Kata Ari, pedagang kol
di pasar tradisional Semurup.
“Harga dari petani
murah, persediaan kol di pasar banyak, sementara pembeli tidak berimbang. Tentu
kol yang ada menjadi busuk tidak terjual, mau tidak mau kita buang.”
Sementara Hermanto, salah
seorang petani kol di Desa Plompek Kecamatan Gunung tujuh, Kabupaten
Kerinci mengatakan turunnya harga kol sudah biasa terjadi, apalagi saat musim
panen.
“Tapi tetap kita
mengeluh, karena hasil panen yang kami tunggu-tunggu selama berbulan-bulan
hanya dijual dengan harga murah, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” Ungkap Ari
kepada Kerinci Today.
Saat ini, harga kol hanya
Rp 700 per kg, sebelumnya berkisar Rp 1300 per kg. Dengan kondisi tersebut
petani kol terancam mengalami kerugian, bahkan para pedagang kol dipasar pun
juga terancam gulung tikar. (red/son)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar