Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Minggu, 03 Maret 2013

Harga Kol Anjlok, Petani dan Pedagang Menjerit



KERINCI TODAY – Petani dan Pedagang Kol di Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh menjerit, karena harga salah satu jenis sayuran tersebut turun drastis dibandingkan beberapa pekan lalu.
“Meski harga kol dari petani murah, tetap tidak menguntungkan bagi pedagang.” Kata Ari, pedagang kol di pasar tradisional Semurup.

“Harga dari petani murah, persediaan kol di pasar banyak, sementara pembeli tidak berimbang. Tentu kol yang ada menjadi busuk tidak terjual, mau tidak mau kita buang.” 

Sementara Hermanto, salah seorang petani kol di Desa Plompek  Kecamatan Gunung tujuh, Kabupaten Kerinci mengatakan turunnya harga kol sudah biasa terjadi, apalagi saat musim panen.

“Tapi tetap kita mengeluh, karena hasil panen yang kami tunggu-tunggu selama berbulan-bulan hanya dijual dengan harga murah, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” Ungkap Ari kepada Kerinci Today.

Saat ini, harga kol hanya Rp 700 per kg, sebelumnya berkisar Rp 1300 per kg. Dengan kondisi tersebut petani kol terancam mengalami kerugian, bahkan para pedagang kol dipasar pun juga terancam gulung tikar. (red/son)

Tidak ada komentar: