![]() |
| Salah seorang petani saat memanen padi yang rusak |
KERINCI
TODAY – Musim hujan sudah berlalu, namun hingga saat ini air
yang menggenangi sawah masyarakat Desa Pendung Talang Genting (Pentagen) belum
surut. Akibatnya Tiga hektar sawah milik masyarakat setempat mengalami gagal
panen.
“Benih sudah ditabur
sejak dua bulan lalu, tiba-tiba air naik, ya habis lah benihnya membusuk,” ujar
Damris, salah seorang petani di Desa Pendung Talang Genting.
“Kalau dihitung per
orang, benihnya yang hanyut mungkin ada yang sekaleng, dua kaleng dan tiga
kaleng. Tapi kalau jumlah sawah yang rusak di Pentagen ini ya sekitar 3 hektar
lah.”
“Selama lebih kurang dua
bulan tidak ada perhatian dari pemerintah kepada masyarakat Pentagen. Tidak ada
bantuan, baik berupa pangan dan sebagainya. Tapi mungkin pihak desa belum
mengajukan bantuan.”
Pantauan Kerinci Today siang tadi (3/3),
selain di Pendung Talang Genting, hal yang sama juga menimpa sawah masyarakat
Desa Sanggaran Agung dan beberapa desa di sekeliling Danau Kerinci. Diperkirakan
jumlah sawah yang rusak karena terendam air mencapai puluhan hektar.
Tak mau rugi, Damris terpaksa
memanen sebagian padinya yang tidak hanyut untuk dijadikan makanan sapi. “Padinya
baru berumur dua bulan, kalau dibiarkan juga tidak akan hidup sampai waktu
panen.”
“Daripada mubazir,
lebih baik padi ini saya kasih untuk makan sapi saya.” Pungkas Damris. (ivan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar