Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Jumat, 15 Maret 2013

Harga Bawang Meroket, Eva: "Kalu Mau Beli Bawang Sekarang"

Salah seorang pedagang bawang di Pasar Tanjung Bajure sedang menunggu pembeli

Kerinci, KT – Heboh soal kenaikan harga bawang  ternyata juga berimbas ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, meski tidak semahal di Kabupaten dan Kota lain di Indonesia. Harga bawang di wilayah paling Barat Provinsi Jambi ini cukup mencekik pembeli.

Pantauan Kerinci Today di Pasar Tanjung Bajure kemarin, harga salah satu bumbu dapur ini mencapai Rp48 ribu perkilogram. Sebelumnya 3 hari lalu masih dijual pedagang Rp24 ribu, namun sekarang naik dua kali lipat.

Eva, salah seorang pedagang mengatakan, tren kenaikan harga bawang sudah mulai dirasakan pedagang sejak 3 hari lalu. Pada Selasa (12/3), harga bawang merah masih berkisar Rp24 ribu. Namun pada  hari Rabu naik menjadi Rp28 ribu, hingga akhirnya kemarin meroket hingga Rp48 ribu perkilogram.

“Biasanya bawang dari Brebes masuk, tapi sekarang nggak ada lagi. Harga bawang Brebes di kota asalnya saja sekarang Rp70 ribu,” ujar Eva.

“Kalau mau beli bawang ya sekarang, besok harganya semakin naik. Soalnya stok bawang dari petani sedikit, di gudang saja sudah habis,” lanjut Eva.

Kenaikan harga bawang, tidak hanya dikeluhkan pembeli tapi juga pedagang. Sejak harga bawang naik, penghasilan pedagang menurun. “Biasanya sehari bisa jual 100 kilogram, sekarang 30 kilogram saja sudah syukur,” pungkas Eva.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasie) Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh, Dond Erdiner saat dikonfirmasi terkait kenaikan harga bawang kemarin (14/3) mengatakan, pihakya tidak bisa berbuat banyak. 

“Kita bukan regulator, kita hanya fasilitator.”

“Harga ditentukan oleh mekanisme pasar, dengan rumus permintaan dan penawaran. Soal operasi pasar (OP) juga tidak bisa kita lakukan. Kalau beras kan ada penyangganya, seperti Bulog, kalau bawang kita harus cari dimana,” kata Dond Erdiner.

Lebih lanjut Dond Erdiner mengatakan, kenaikan harga bawang menyangkut beberapa instansi, tidak hanya Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Badang Ketahanan Pangan juga memiliki peran. “Kalau produksinya banyak, ya otomatis tidak mahal,” pungkasnya.(ivan)

Tidak ada komentar: