SUNGAIPENUH -
Kepala Sekolah dan guru yang mengikuti tes
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang
dilaksanakan oleh KPUD Sungai Penuh di GOR Kemenangan siang tadi (27/2), bakal
mendapat batu sandungan setelah warning keras
yang dilontarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Syahrial
Thaib.
Kepada wartawan, Syahrial mengatakan tidak seorangpun guru dan
kepala sekolah di
Lingkup Kota Sungai Penuh melaporkan
kepadanya
untuk mengikuti tes calon PPK dan PPS, padahal izin atasan menjadi salah satu syarat seorang
PNS dan Guru bisa menjadi anggota penyelenggara pemilu tersebut.
“Tidak seorangpun guru baik itu kepala sekolah melaporkan
kepada saya akan
mengikuti tes calon PPK dan PPS,”
ujarnya.
Ditegaskan Syahrial,
pihaknya akan memanggil guru-guru dan
kepala sekolah yang
ikut tes calon PPK dan PPS.
“Saya akan memanggil guru-guru, kepala sekolah yang ketahuan nantinya menjadi
anggota PPK
dan PPS,” tegasnya.
Ia
mengatakan, beberapa bulan lagi akan melaksanakan ujian semester dan UN. Jika
hal ini kita biarkan, akan berdampak pada hasil ujian siswa nantinya.
“Guru dan kepala sekolah harus fokus
dan mempersiapkan serta memberi ilmu kepada muridnya. Karena tidak lama lagi
akan ujian semester dan UN,” tandasnya.
Pantauan
Kerinci Today
pagi tadi, puluhan guru,
kepala sekolah bahkan
PNS eselon IV dilingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh mengikuti tes tertulis calon anggota PPK dan PPK.
Sementara itu, anggota
KPU Kota Sungaipenuh, Thabri Rahman
dikonfirmasi mengatakan, setiap PNS harus mempunyai izin dari bosnya. ”PNS
yang ikut tes untuk menjadi calon anggota PPK dan PPS
harus memilik izin dari atasannya,” katanya. (riko
pirmando)
1 komentar:
Posting Komentar