KERINCI TODAY- 20 Kepala Desa dAri Kecamatan Depati
VII Walk Out saat rapat evaluasi kegiatan APBD 2013 dan perencanaan APBD 2014 yang
diselenggarakan di Kantor Camat Depati VII Rabu (20/2) kemarin.
Aksi walkout dilakukan karena tidak diakomodirnya program pembangunan di Kecamatan Depati VII dalam APBD 2013, para Kades juga kecewa karena saat Musrenbangcam tidak dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Kerinci dari Dapil III.
Rapat Musrembangcam yang dihadiri tim dari Bappeda Kabupaten Kerinci yang diwakili Jum Azimin dan dihadiri oleh Camat Depati VII Edi dianggap tidak lengkap, karena tidak satupun anggota DPRD dari Dapil III yang hadir.
Hidayat Alamsyah, Kepala Desa Koto Lanang, Kecamatan Depati VII mengatakan, sesuai Permendagri Nomor 54 Tahun 2010, skala prioritas pembangunan di Desa harus diutamakan. Selain itu, DPRD asal Dapil III selaku wakil masyarakat juga wajib hadir pada pelaksanaan evaluasi kegiatan APBD 2013 dan perencanaan APBD 2014 mendatang.
“Kami merasa sangat kecewa, ketidak hadiran anggota DPRD dapil III
pada acara Musrenbangcam ini menunjukan bahwa mereka bukan wakil kami,
tapi wakilnya orang Semurup,” ungkap Hidayat Alamsyah.
pada acara Musrenbangcam ini menunjukan bahwa mereka bukan wakil kami,
tapi wakilnya orang Semurup,” ungkap Hidayat Alamsyah.
Menurut Hidayat, pembangunan yang tidak terakomodir pada Musrenbangcam
tahun 2012 yaitu pembangunan jalan linkungan Desa Sekungkung dan
jembatan beton Desa Koto Lanang menuju Kecamatan Hamparan Rawang.
Padahal, kedua proyek tersebut sangat besar manfaatnya dan
ditunggu-tinggu masyarakat setempat.
Selain itu, ia mengaku mendapat bocoran banyak proyek untuk Dapil III
yang mengalir di dua kecamatan yaitu Kecamatan Air Hangat dan Air
Hangat Barat. “Untuk apa ada Musrenbangcam, kalau skala prioritas
yang sudah direncanakan tidak diakomodir, makanya kami pilih Walk Out
saat pelaksanaan evaluasi Musrenbangcam digelar” ungkapnya.
Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Air Hangat, Marjizan juga mengaku
banyaknya hasil Musrenbangcam yang tidak diakomodir. Hal itu diketahui
dari Bappeda Kabupaten Kerinci saat rapat Musrembang evaluasi kegiatan
APBD 2013 dan perencanaan APBD 2014 di Kecamatan Depati VII.
“Jalan lingkungan dari desa Muara Semerah menuju Dusun Tinggi sudah
diusulkan pada Musrenbangcam, tapi pada APBD tahun 2013 program
tersebut tidak ada, padahal jalan tersebut untuk dinikmati masyarakat
12 desa,” ungkapnya.
Marjizan menilai Musrenbang yang digelar setiap tahun terkesan hanya
kegiatan seremonial saja. “Kita sudah menjadikan pembangunan jalan
Muara Semerah-Dusun Tinggi menjadi prioritas dan kita abaikan program
lainnya, tapi malah pembangunan jalan tersebut tidak juga diakomodir”
katanya. (sam)
tahun 2012 yaitu pembangunan jalan linkungan Desa Sekungkung dan
jembatan beton Desa Koto Lanang menuju Kecamatan Hamparan Rawang.
Padahal, kedua proyek tersebut sangat besar manfaatnya dan
ditunggu-tinggu masyarakat setempat.
Selain itu, ia mengaku mendapat bocoran banyak proyek untuk Dapil III
yang mengalir di dua kecamatan yaitu Kecamatan Air Hangat dan Air
Hangat Barat. “Untuk apa ada Musrenbangcam, kalau skala prioritas
yang sudah direncanakan tidak diakomodir, makanya kami pilih Walk Out
saat pelaksanaan evaluasi Musrenbangcam digelar” ungkapnya.
Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Air Hangat, Marjizan juga mengaku
banyaknya hasil Musrenbangcam yang tidak diakomodir. Hal itu diketahui
dari Bappeda Kabupaten Kerinci saat rapat Musrembang evaluasi kegiatan
APBD 2013 dan perencanaan APBD 2014 di Kecamatan Depati VII.
“Jalan lingkungan dari desa Muara Semerah menuju Dusun Tinggi sudah
diusulkan pada Musrenbangcam, tapi pada APBD tahun 2013 program
tersebut tidak ada, padahal jalan tersebut untuk dinikmati masyarakat
12 desa,” ungkapnya.
Marjizan menilai Musrenbang yang digelar setiap tahun terkesan hanya
kegiatan seremonial saja. “Kita sudah menjadikan pembangunan jalan
Muara Semerah-Dusun Tinggi menjadi prioritas dan kita abaikan program
lainnya, tapi malah pembangunan jalan tersebut tidak juga diakomodir”
katanya. (sam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar