KERINCI TODAY - Sebanyak 15 Ekor Kerbau milik warga di Kecamatan
Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, dalam beberapa pekan terakhir mengalami mati
mendadak. Penyebab kematian tersebut, disinyalir karena diserang penyakit.
Kondisi tersebut membuat cemas
peternak kerbau diwilayah tersebut. Informasi yang diterima Kerinci Today, matinya 15 kerbau secara
mendadak tersebut terbilang misterius, tanpa ada seorang peternakpun yang tahu
apa yang menjadi latar belakang matinya ternak masyarakat.
Kabar itu sontak membuat masyarakat terkejut, apalagi dengan berhembusnya isu bahwa daging dari kerbau yang mati mendadak tersebut, telah beredar dipasar daging di Kota Sungaipenuh dan dijual ke masyarakat.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan
Politik, Damhar, mengaku menerima informasi matinya 15 ekor kerbau di Kecamatan
Sitinjau Laut. Kematian Kerbau tersebut misterius, saat ini kabarnya daging
kerbau sudah dilempar ke pasaran.
“Saya dapat informasi dari Kecamatan Sitinjau Laut. Ini sangat riskan terjadi dan perlu diantisipasi secepatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kerinci, Gazdinul Gazam, mengaku telah menurunkan petugas untuk menyelediki kasus tersebut. Bahkan beberapa waktu yang lalu pihaknya juga telah menurunkan pasukan untuk melakukan faksin, semua kerbau maupun sapi di Kecamatan Sitinjalaut.
“Kita sudah turun, kita sudah memvaksinasi ternak milik masyarakat Kecamatan Sitinjau Laut, jadi masyarakat tidak perlu cemas,”tegasnya.
Ditanya mengenai peredaran daging kerbau yang mati dan dagingnya dijual kepasaran, Gazdinul Gazam mengaku belum tahu informasi tersebut. Namun pihaknya berjanji menindak lanjuti laporan tersebut demi terjaminnya keamanan dan kesehatan masyarakat.
“Saya belum tahu informasi itu,
mudah-mudahan tidak. Saat ini kita masih mengembangkan kasus ini, tim kita
minta mencari tahu dilapangan,”pungkasnya. (eja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar