![]() |
| Ilustrasi |
KERINCI TODAY – Setelah di Muara
Emat dan Desa Tarutung , Harimau Sumatera juga dikabarkan berkeliaran di sekitar pemukiman
warga, tepatnya di Desa Pulau Sangkar, Kecamatan Batang Merangin.
Warga Pulau Sangkar, Gana, saat dikonfirmasi
mengakui hal tersebut. Dia mengatakan, dua ekor harimau yang berukuran besar,
terlihat oleh warga Sabtu (9/3) sekitar pukul 9.00 WIB pagi kemarin, saat dalam
perjalanan menuju pasar di Desa Tamiai.
”Saat mengendarai mobil, salah seorang warga melihat dua ekor harimau berkeliaran disekitar areal
perladangan, dekat dengan pemukiman,” ungkap Gana kepada wartawan, Minggu (10/3)
kemarin.
Akibat munculnya harimau tersebut jelasnya, warga
menjadi resah dan takut untuk bekerja di ladang mereka, karena khawatir bertemu
dengan harimau. ”Beberapa tahun lalu pernah ada warga yang tewas karena
diterkam harimau,” jelasnya.
Sementara
itu, Kepala Seksi Wilayah I, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mengatakan, berkeliarannya
harimau dikawasan tersebut, sudah terjadi sejak tiga minggu lalu. Tapi tidak menyerang
ataupun menakuti manusia yang kebetulan melihatnya.
“Untuk mengatasi hal itu, petugas sudah kita turunkan ke lapangan dan
memasang kerangkeng jebak disekitar lokasi harimau terlihat,”
Kuat dugaan munculnya
harimau di daerah Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, sejak beberapa hari
terakhir, karena didaerah tersebut sedang musim duren, sehingga hewan yang
menjadi mangsa harimau, berkumpul diwilayah tersebut dan menarik perhatian sang
raja hutan.
“Kepercayaan
adat juga demikian, setiap musim duren pasti harimau muncul,” ujar Tenaga Ahli
Departemen Kehutanan, Debby.
“Kalau bisa,
berangkat ke kebun menjelang siang, dan pulang sebelum malam hari. Jika tidak
ingin bertemu harimau. Karena pada waktu-waktu tersebut (siang dan malam, red) pergerakan
harimau sedang aktif,” tambahnya. (eja)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar