Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Kamis, 28 Februari 2013

Demonstran: "Kami Dizhalimi"















KERINCI TODAY – Selain menanggung kecewa, warga Desa Baru Sungai Medang juga merasa dizhalimi oleh Camat Air Hangat Timur, Rafni Tan yang diduga memprovokasi agar pelantikan batal dilaksanakan, karena Kepala Desa (Kades) terpilih bukan tim sukses Murasman.
Dikatakan oleh salah seorang pengunjuk rasa, pemilihan Kades dilakukan tiga bulan yang lalu dan terpilihlah Munardi sebagai Kades yang menang. “Jadwal pelantikan sudah diatur dengan ajudan Bupati tanggal 27 Pebruari dan kami sudah melakukan persiapan,” ujarnya.

Tidak hanya itu sejumlah warga mendatangi rumah dinas Bupati Kerinci di Jalan Depati Parbo Koto Lebu Sungai Penuh ditolak oleh Bupati. “Kami dizhalimi,” ujarnya.

Selesai berunjukrasa di kantor Bupati dan tidak berhasil menemui Bupati, warga melanjutkan aksinya kerumah dinas Bupati sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah beberapa saat berorasi utusan warga diterima oleh Bupati.

Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kerinci,  Azmal Fahdi mengatakan, dalam pertemuan itu diputuskan bahwa tuntutan pihak calon Kades yang kalah, yakni dari pihak Suparman, agar salah seorang dari kubunya menjadi Bendahara Desa diakomodir Kades yang baru. “Bupati minta permasalahan antara Kades yang menang dengan calon Kades yang kalah diselesaikan dengan Kabid Pemdes dan harus ada hitam diatas putih, bahwa pihak yang menang mengakomodir pihak yang kalah menjadi Bendahara Desa,” ujarnya.

“Kalau masalah itu selesai dijadwalkan 10 Maret Kades baru dilantik,” tambah Azmal.

Mengenai batalnya pelantikan tanggal 27 Februari, Azmal mengatakan, Bupati belum menyetujui tanggal 27 Pebruari sebagai jadwal pelantikan Kades tepilih. Sedangkan ditolaknya warga yang mengundang Bupati dirumah Dinas, karena yang mengundang terlalu banyak, yakni sampai 35 orang dan warga datangnya tengah malam. “Kalau ngantar sirih itu cukup dua orang anak betino, satu orang anak jantan. Kalau ramai-ramai itu demo, ada tujuan lain, makanya Bupati menolak,” punkgasnya. (riko pirmando)














Tidak ada komentar: