Kirimkan Tulisan Anda (Opini, Kolom, Feauture) ke Email Redaksi kerincitoday@gmail.com

Selasa, 26 Februari 2013

40 Tempat Tidur Untuk Pasien Miskin


KERINCI TODAY - Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib (MHAT) Kerinci, menyiapkan 40 tempat tidur (TT) untuk menampung pasien miskin, baik yang berasal dari Kabupaten Kerinci maupun dari Kota Sungaipenuh.

Disiapkannya 40 tempat tidur tersebut, untuk mengantisipasi membludaknya pasien dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak akan terjadi penolakan pasien, seperti yang terjadi dirumah sakit yang ada di Jakarta, sehingga berakibat fatal bagi sang pasien.

Direktur RSUD MHAT Kerinci, Arman, mengatakan alokasi 40 tempat tidur untuk pasien tidak mampu tersebut, 30 persen dari tempat tidur yang ada. ”Intruksi pusat minimal 20 persen tempat tidur untuk kelas III,” ujarnya, kemarin.

Arman menegaskan, dalam kondisi apapun pihaknya tidak akan menolak pasien miskin. Bahkan, tahun ini akan ada pembangunan geduang baru dua lantai, yang nantinya akan diprioritaskan untuk pasien kelas III. Gedung baru ini kapasistasnya 40 tempat tidur.

”Pernah beberapa waktu lalu kita mengalami kelebihan pasien, sehingga kita terpaksa menggunakan tempat tidur lipat, agar pasien yang belum mendapatkan tempat tidur bisa mendapatkan perawatan,” katanya.

Ditanya soal banyaknya pasien yang dirujuk keluar daerah? Arman mengaku rujukan tersebut atas permintaan pasien sendiri, dengan alasan yang bermacam-macam. ”Banyak yang minta sendiri agar dirujuk, padahal kita disini siap merawatnya,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci, H Murasman, mengingatkan kepada pihak rumah sakit, puskesmas, untuk tidak menolak pasien yang berasal dari keluar tidak mampu. Pasalnya, semua biaya pengobatan pasien tersebut sudah dijamin oleh pemerintah.

”Jika ada penolakan dari rumah sakit ataupun puskemas, segera laporkan kepada saya nanti akan kita tindak tegas. Pemerintah sudah menjamin hak mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk bagi keluarga yang kurang mampu,” tegasnya.

Di Kabupaten Kerinci sendiri lanjutnya, bagi warga miskin yang tidak mendapatkan kartu Jamkesmas, tetap bisa mendapatkan pengobatan gratis, yang biayanya diambil dari program Jamkesda. ”Syaratnya cukup membawa surat keterangan tidak mampu dari kepala desa,” bebernya.

Bahkan, untuk pasien miskin yang keluarganya tidak memiliki biaya pendamping, akan diberikan oleh pemerintah daerah, dengan besaran Rp 50 ribu per hari jika dirawat di kerinci, dan Rp 70 ribu jika dirawat diluar daerah.

”Rujukan kita tidak hanya di rumah sakit padang dan jambi, namun sampai ke jakarta. Kita menginginkan pelayanan yang optimal, untuk itu kita mengharapkan adanya dukungan dari petugas medis,” pungkas Bupati Kerinci. (eja)

Tidak ada komentar: