KERINCI TODAY -
Rumah Sakit Umum Mayjend
HA Thalib (MHAT) Kerinci, menyiapkan 40 tempat tidur (TT) untuk menampung pasien
miskin, baik yang berasal dari Kabupaten Kerinci maupun dari Kota Sungaipenuh.
Disiapkannya 40 tempat tidur tersebut, untuk mengantisipasi membludaknya
pasien dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak akan terjadi penolakan pasien,
seperti yang terjadi dirumah sakit yang ada di Jakarta, sehingga berakibat
fatal bagi sang pasien.
Direktur RSUD MHAT Kerinci, Arman, mengatakan alokasi 40 tempat tidur untuk
pasien tidak mampu tersebut, 30 persen dari tempat tidur yang ada. ”Intruksi
pusat minimal 20 persen tempat tidur untuk kelas III,” ujarnya, kemarin.
Arman menegaskan, dalam kondisi apapun pihaknya tidak akan menolak pasien
miskin. Bahkan, tahun ini akan ada pembangunan geduang baru dua lantai, yang
nantinya akan diprioritaskan untuk pasien kelas III. Gedung baru ini
kapasistasnya 40 tempat tidur.
”Pernah beberapa waktu lalu kita mengalami kelebihan pasien, sehingga kita
terpaksa menggunakan tempat tidur lipat, agar pasien yang belum mendapatkan
tempat tidur bisa mendapatkan perawatan,” katanya.
Ditanya soal banyaknya pasien yang dirujuk keluar daerah? Arman mengaku
rujukan tersebut atas permintaan pasien sendiri, dengan alasan yang
bermacam-macam. ”Banyak yang minta sendiri agar dirujuk, padahal kita disini
siap merawatnya,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kerinci, H Murasman, mengingatkan kepada pihak rumah
sakit, puskesmas, untuk tidak menolak pasien yang berasal dari keluar tidak
mampu. Pasalnya, semua biaya pengobatan pasien tersebut sudah dijamin oleh
pemerintah.
”Jika ada penolakan dari rumah sakit ataupun puskemas, segera laporkan
kepada saya nanti akan kita tindak tegas. Pemerintah sudah menjamin hak
mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk bagi keluarga yang kurang mampu,”
tegasnya.
Di Kabupaten Kerinci sendiri lanjutnya, bagi warga miskin yang tidak
mendapatkan kartu Jamkesmas, tetap bisa mendapatkan pengobatan gratis, yang
biayanya diambil dari program Jamkesda. ”Syaratnya cukup membawa surat
keterangan tidak mampu dari kepala desa,” bebernya.
Bahkan, untuk pasien miskin yang keluarganya tidak memiliki biaya
pendamping, akan diberikan oleh pemerintah daerah, dengan besaran Rp 50 ribu
per hari jika dirawat di kerinci, dan Rp 70 ribu jika dirawat diluar daerah.
”Rujukan kita tidak hanya di rumah sakit padang dan jambi, namun sampai ke
jakarta. Kita menginginkan pelayanan yang optimal, untuk itu kita mengharapkan
adanya dukungan dari petugas medis,” pungkas Bupati Kerinci. (eja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar